Tugas resume metodologi penelitian untuk bisnis
DISUSUN OLEH:
AJI GURUH (301 1011 042)
RYAN
ALFATAH (301 1011
053)
TEREDY
SETIAWAN (301 1011 066)
4 ak 2
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI BANGKA BELITUNG
PROSES PENELITIAN
Langkah 6: Unsur-unsur Desain Penelitian
Desain
Penelitian
RICIAN STUDI PENGUKURAN ANALISIS DATA

TUJUAN STUDI:
EKSPLORATIF, DESKRIPTIF, PENGUJIAN HIPOTENSIS (ANALISIS DAN PREDIKTIF),
ANALISIS STUDI KASUS
Studi
Eksplorati
Studi eksploratif (eksploratory
study) dilakukan jika tidak banyak diketahui mengenai situasi yang
dihadapi, atau tidak ada informasi yang tersedia mengenai bagai mana masalah
atau isu penelitian yang mirip diselesaikan di masa lalu.
Singkat kata, studi eksploratif penting untuk
memperoleh pengertian yang baik mengenai fenomena perhatian dan melengkapi
pengetahuan lewat pengembangan teori lebih lanjut dan pengajian hipotensis.
Studi
Deskriptif
Studi deskriptif (dilakukan
study) dilakukan untuk mengetahui dan memjadi mampu untuk menjelaskan
karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi. Misalnya, studi
mengenai sebuah kelas dalam hal persentase anggota yang berada dalam tahun
senior dan junior mereka, komposisi gender, kelompok usia, jumlah semester yang
tersisa sebelum kelulusan, dan jumlah mata kuliah bisnis yang diambil, bisa
dianggap bersifat deskriptif.
Pengujian
Hippotesis
Studi yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasanya
menjelaskan sifat hubunagan tertentu, atau menentukan perbedaan kelompok atau
kebebasan(independensi) dua atau lebih faktor dalam suatu situasi.
Analisis Studi
Kasus
Studi kasus meliputi analisis kontekstual dan mendalam
terhadap hal yang berkaitan dengan situasi serupa dalam organisasi lain.
Tinjauan Tujuan
Studi
Studi deskriptif tidak di lakukan jika karasteristik
atau fenomena yang tanpak dalam sebuah situasi dapat diketahui eksis, dan
seseorang ingin mampu menjelaskannya secara lebih baik dengan memberikan
riwayat mengenai faktor terikat. Pengujian hipotensis dapat dilakukan dengan
data kualitatif dan kuantitatif.
JENIS
INVESTIGASI : KAUSAL VERUS KORELASIONAL
Manajer harus menentukan apakah yang diperlukan adalah
study kasual (causal study) atau
korelasional (correlational) untuk
menentukan jawaban atas persoalan yang dihadapi.
Studi di mana penelitian diingin menentukan penyebab
dari satu atau lebih masalah disebut studi
kausal (causal study). Jika
penelitian berminat untuk menentukan variabel penting yang berkaitandengan
masalah disebut studi korelasional (correlational study).
Contoh
Pertanyaan studi kausal:
Apa merokok menyebabkan
kangker?
Pertanyaan studi korelasional:
Apakah merokok dan kangker berkaitan?
ATAU
Apa merokok, minuman keras, dan mengunyah tembakau berhubungan dengan kangker? Jika ya,
mana dari hal tersebut yang paling berkontribusi pada varian variabel terikat.
TINGKAT
INTERVENSI PENELITIAN TERHADAP STUDI
Dalam studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan
sebab-akibat, peneliti mencoba untuk memanipulasi variabel tertentu untuk
memelajari akibat manipulasi tersebut pada variabel terkait yang meneliti.
Dengan kata lain, penelitian dengan sengaja mengubah variabel tertentu dalam
konteks dan menginterverensi peristiwa sejauh peristiwatersebut terjadi secara
normal dalam organisasi.
Contoh
Seorang peneliti ingin memepelajari pengaruh kondisi
penerangan ruangan pada kinerja buruh, oleh karena itu memanipulasi
peneranagandalam situasi kerja untuk bermacam-macam intensitas. Dalam hal ini, terlihat interverensi cukup
besar antara peneliti dengan situasi yang dialami dan normal.
SITUASI STUDI:
DIATUR DAN TIDAK DIATUR
Studi korelasional yang dilakukan dalam organisasi
disebut studi lapangan) (field study). Studi yang dilakukan
untuk menentukan hubungan sebab-akibat menggunakan lingkungan alami yang sama,
di mana karyawan berfungsi secara normal disebut eksperimen lapangan (field
experiment).
Eksperimen yang dilakukan untuk menentukan hubungan
sebab-akibat yang melampai kemungkinan dari setidaknya keraguan memerlukan
pembuatan sebuah lingkungan yang artifisial dan teratur, di mana semua faktor
asing dikontrol dengan ketat. Subjek yang sama dipilih secara seksama untuk
merespons stimuli tertentu yang dimanupulasi. Studi tersebut dianggap sebagai eksperimen lab (lab experiment)
Ringkasnya, sejauh ini kita telah membedakan antara
(1) studi lapangan, di mana berbagai
faktor diuji dalam situasi alami dan kegiatan sehari-hari berlangsung dengan
interverensi minimal peneliti, (2)
eksperimen lapangan, di mana hubungan sebab-akibat dipelajari dengan
sejumlah interverensi penelitian, namun tetap dalam situasi alami di mana
pekerjaan tetap berlangsung dalam kondisi normal, dan (3) eksperimen lab, di mana peneliti menyelidiki hubungan sebab-akibat
tidak hanya melakukan tingkat kontrol yang tinggi, namun juga dalam situasi
buatan yang di atur dengan sengaja.
UNIT
ANALISIS:INDIVIDU,PASANGAN,KELOMPOK,ORGANISASI, KEBUDAYAAN
Unit analisis merunjuk pada tingkat kesatuan data yang
dikumpulkan selama tahap analisis data selanjutnya. Jika misalnya, pernyataan
masalah berfokus pada bagai mana meningkatkan tingkat motivasi karyawan secara
umum, maka kita memerlukan individu karyawan organisasi dan harus menentukan
apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan motivasi mereka. Dalam hal ini
unit analisiss adalah individu (individual).
Karateristik individu tidak sama dengan kelompok
(misalnya, struktur, kepaduan) dan karakteristik kelompok tidak sama dengan
individu (misalnya, IQ, setamina). Terdapat variasi dan persepsi, sikap, dan
perilaku orang dalam kebudayaan berbeda. Karena itu sifat infomasi yang
dikumpulkan, serta tingkat dimana data dijumlah kan untuk analisis, adalah
intergral dengan keputusan yang dibuat dalam memilih unit analisis.
HORIZAN WAKTU :
STUDI VERSUS LONGITUDINAL
Studi
Cross-Sectional
Sebuah setudi dapat dilakukan dengan data yang hanya
sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, atau bulanan,
dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. Studi semacam ini disebut studi one-shot atau cross-sectional
Studi
Longitudinal
Dalam hal ini, karena data dikumpulkan pada dua batas
waktu berbeda, studi bukan termasuk cross-sectional
atau one-shot, namun membujur
(longitudinal)melintasi suatu periode waktu. Studi semacam itu, jika ada
variabel terikat di kumpulkan pada dua atau lebih batas waktu untuk menjawap
pertanyaan penelitian, disebut studi longitudinal.
TINJAUAN
UNSUR-UNSUR DESAIN PENELITIAN
Bagian ini menyimpulkan pembahasan mengenai isu desain
dasar yang terkait dengan tujuan studi, jenis iventigasi, tingkat intervensi
penelitian, keadaan studi, unit analisis
dan horizon waktu. Penelitian akan menentukan keputusan yang tepat untuk dibuat
dalam desai studi berdasarkan definisi masalah, tujuan penelitian, tingkat
keketatan yang diinginkan, dan pertimbangan biaya.
IMPLIKASI
MANAJERIAL
Manajer harus membuat satu keputusan penting sebelum
memulai studi yang berkaitan dengan bagaimana keketatan studi seharusnya.
Mengetahui bahwa desain penelitian yang lebih ketat memakan sunber daya lebih
banyak, manajer berada untuk pusisi menimbang kepentingan masalah yang di alami
dan memutuskan jenis desain seperti apa yang dapat memberikan hasil yang bisa
diterima dalam cara yang efesien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar