Selasa, 05 Juni 2012

aji


Tugas  resume metodologi penelitian untuk bisnis
DISUSUN OLEH:
AJI GURUH                              (301 1011 042)
RYAN ALFATAH                      (301 1011 053)
TEREDY SETIAWAN               (301 1011 066)
MATSAHRI                              (301 1011 068)
4 ak 2
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI BANGKA BELITUNG

DESAIN EKSPERIMEN
EKSPERIMEN LAB
Sebagaimana dijelaskan sebelum, jika hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan terikat ingin dibuktikan dengan jelas, maka semua variabel lain yang mungkin mencemari atau mengacaukan hubungan tersebut harus dikontrol dengan ketat.karena kita menggunakan istilah kontrol dan manipulasi, mari kita menelaan apa arti dua konsep tersebut.
KONTROL
Ketika kita merumuskan hubungan sebab-akibat antara dua variabel X dan Y, adalah mungkin bahwa suatu faktor, katakanlah A, juga memepengaruhi variabel terikat Y. Dalam hal tersebut; adalah mustahil untuk menentukan tingkat dimana Y hanya terjadi karena X, karena kita mengetahui seberapa besar total variasi Y disebabkan oleh faktor A. Kita harus mengontral faktor pecemar(contaminating factor), dan nanti kita melihat bagaimana hal tersebut dilakukan.
MANIPULASI VARIABEL BEBAS
Dalam rangka menguji pengaruh kausal dari variabel bebas terhadap variabel terikat, diperlukan manipulasi tertentu. Manipulasi secara sederhana berarti bahwa kita membuat tingkat yang berbeda pada variabel bebas untuk menilai dampak pada variabel terikat.
MENGONTROL VARIABEL”PENGGANGGU” YANG MENCEMARI
Memandankan Kelompok
Satu cara untuk mengontrol variabel “penganggu” (nuisanci) atau mencemari adalah dengan memandankan atau menjodohkan (matching) berbagai kelompok dengan memilih karakterristik yang mengacaukan dan secara sengaja menyebarkannya kesemua kelompok.
Randomisasi
Cara lain untuk mengontrol variabel pecemar adalah menempatkan 60 anggota secara acak (yaitu, tanpa penentua sebelumnya) kedalam 4 kelompok. Yaitu setiap anggota akan memepunyai peluang yang diketahui dan sama untuk ditempatkan pada salah satu dari keempat kelompok tadi.
Manfaat Randomitasi
Singkatnya, dibandingkan randomisasi, pemandanan mungkin kurang efektif, sebab kita mungkin tidak mengetauhui semua faktor yang mungkin dapat mencemari hubungan sebab-akibat dalam situasi yang dihadapai, dan karena itu gagal eksperimen. Tetapi, rondomisasi akan memecahkan masalah tersebut, karena semua faktor pencemar akan disebarkan seluruh kelompok. Selain itu, bahkan menemukan suatu kecaocokan untuk semua variabel tersebut.
VALIDITASI INTERNAL
Validitasi internal mengacu pada keyakinan kita terhadap hubungan sebab dan akibat.
·        Validitas Eksternal atau Eksperimen lab yang dapat digenerasi, penemuan dapat ditranfer atau digenerasi pada situasi aktual organisasi atau lapangan.
·        Eksperimen lapangan, eksperimen yang dilakukan di lingkungan alami.
VALIDITAS EKSTERNAL
Validitas ekternal mengacu pada tingkat generalisasi dari hasil sebuah studi kausal pada situasi, orang, atau peristiwa lain.
TRADE-0FF ANTARA VALIDATAS INTERNAL DAN EKSTERNAL
Bila menginginkan validitas internal yang tinggi, kita sebaiknya bersedia menentukan validitas eksternal yang lebih rendah, dan sebaliknya.
FAKTOR-FOKTOR YANG MEMEPENGARUHI VALIDITAS INTENAL
ü Pengaruh sejarah
ü Maturasi
ü Pengujian
ü Instrumentasi
ü Seleksi
ü Stastitik regresi
ü Moralitas

VALIDASI INTERNAL DALAM STUDI KASUS
Bila ada beberapa ancaman terhadap validitas internal, bahkan dalam eksperimen lab yang dikontrol dengan ketat, maka menjadi sangat jalas mengapa kita tidak dapat menarik kesimpulan mengenai hubungan kausal dengan studi kasus yang menguraikan peristiwa yang terjadi selama rentang waktu tertentu. Kecuali studi eksperimen yang didesan dengan baik, yang secara acak menenpatkan anggota pada kelompok eksperimen dan kontrol dan berasi manipulasi perlakua, menunjukan kemunngkinan hubungan kausal, adalah tidak mungkin untuk mengatakan faktor mana yang menyebabkan faktor lain.
Tinjauan faktor-faktor yang mempengaruhi validitas internal dan eksternal.
Ø Ringkasnya, faktor tersebut adalah pengaruh sejarah, maturasi, pengujian, instrumentasi, seleksi, regresi stastitik, dan moralitas. Tetapi, adalah mungkin untuk mengurangi bias tersebut dengan meningkatkan kecanggihan desain eksperimen.
Ø Ancaman terhadap validitas ekternal bisa diatasi dengan menciptakan kondisi eksperimen sedekat mungkin dengan situasi dimana hasi eksperimen akan digeneralisasikan.
JENIS DESAIN EKSPERIMEN DAN VALIDITAS INTERNAL
ü Desain Eksperimen Semu
ü Prates dan Pascetes Desain Kelompok Eksperimen
ü Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hanya Dengan Pascates
ü Desain Eksperimen Murni
ü Pra dan Pascates Desain Kelompok Eksperimen dan Kontrol
ü Desain Empat Kelompok Solomon
ü Desain Empat Kelompok Solomon dan Acaman terhadap Validitas Internal
ü Studi Buta Berganda
ü Desain Ex Post Facto
SIMULASI
Simulasi yang menggunakan teknik memebangun model untuk menentukan pengaruh perubahan, dan simulasi berbasis kompoter menjadi populer dalam penelitian bisnis.simulasi dapat dianggap sebagai eksperimen yang dilakukan dalam situasi yang diciptakan secara khusus yang sangat dekat mewakili lingkungan alami di mana kegiatan biasanya berlangsung.
ISU ETIS DALAM PENELITIAN DESAIN BISNIS
Pretek berikut ini dianggap tidak etis:
§  Mendesak orang untuk berpastisipasi dalam eksperimen dalam paksaan atau menggunakan tekanan sosial.
§  Memeberikan tugas kasar dan mengajuaka pertanyaan yang merendahkan dan mengurangi harga diri mereka.
§  Menipu subjek dengan secara sengaja menyesatkan mereka terkait tujuan penelitian yang sebenarnya.
§  Menimbulka stres fisik atau mental bagi perseta.
§  Tidak memebolehkan subjek mengundurkan diri dari penelitian meskipun mereka ingin.
§  Menggunakan hasil penerlitian untuk merugikan perseta, atau untuk tujuan yang tidak mereka inginkan.
§  Tidak menjeskan prosedur yang berlaku dalam ekperimen.
§  Menenpatkan perserta dalam situasi yang berbahaya dan tidak aman seperti kita lihat sebelumnya dalam kasus universitas Jonhns Hopkins.
§  Tidak mengadakan tanya-jawab dengan perserta secara penuh dan akurat setelah eksperimen berakhir.
§  Tidak manjaga pravasi dan rahasia informasi yang diberikan oleh peserta.
§  Tidak memberi insentif untuk kelompok kontrol.
IMPLIKASI MENEJERIAL
Meskipun menejer mungkin sering tidak tertarik dalam hubungan sebab-akibat, pengetahuan yang baik mengenai desain eksperimen bisa membantu perkembangan sejumlah studi awal yang dilakuakn untuk menguji apakah faktor seperti sistem bonus, tarif per satuan, waktu istirahat, dan seharusnya memebawa pada hasil positif seper ti motivasi yang lebil baik, peningkatan kinerja, dan kondisi kerja lainnya yang diinginkan di tempat kerja. Manajer pemasaran dapat menggunakan desain eksperimen untuk memepelajari pengaruh pada iklan penjualan, promosi penjualan, harga, dan sebagainya. Kesadaran akan manfaat simulasi sebagai alat penelitian juga bisa menghasilkan ikhtiar penelitian yang kreatif dalam bidang manajemen, sebagaimana hal tersebut terjadi dalam sisi manufaktur bisnis.

aji guruh