Tugas resume metodologi penelitian untuk bisnis
DISUSUN OLEH:
AJI GURUH (301 1011 042)
RYAN
ALFATAH (301 1011
053)
TEREDY
SETIAWAN (301 1011 066)
4 ak 2
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI BANGKA BELITUNG
DESAIN EKSPERIMEN
EKSPERIMEN LAB
Sebagaimana dijelaskan sebelum, jika hubungan sebab-akibat
antara variabel bebas dan terikat ingin dibuktikan dengan jelas, maka semua
variabel lain yang mungkin mencemari atau mengacaukan hubungan tersebut harus
dikontrol dengan ketat.karena kita menggunakan istilah kontrol dan manipulasi,
mari kita menelaan apa arti dua konsep tersebut.
KONTROL
Ketika kita merumuskan hubungan sebab-akibat antara dua
variabel X dan Y, adalah mungkin bahwa suatu faktor, katakanlah A, juga
memepengaruhi variabel terikat Y. Dalam hal tersebut; adalah mustahil untuk
menentukan tingkat dimana Y hanya terjadi karena X, karena kita mengetahui
seberapa besar total variasi Y disebabkan oleh faktor A. Kita harus mengontral
faktor pecemar(contaminating factor),
dan nanti kita melihat bagaimana hal tersebut dilakukan.
MANIPULASI VARIABEL
BEBAS
Dalam rangka menguji pengaruh kausal dari variabel bebas
terhadap variabel terikat, diperlukan manipulasi tertentu. Manipulasi secara
sederhana berarti bahwa kita membuat
tingkat yang berbeda pada variabel bebas untuk menilai dampak pada variabel
terikat.
MENGONTROL
VARIABEL”PENGGANGGU” YANG MENCEMARI
Memandankan Kelompok
Satu cara untuk mengontrol variabel “penganggu” (nuisanci) atau mencemari adalah dengan
memandankan atau menjodohkan (matching)
berbagai kelompok dengan memilih karakterristik yang mengacaukan dan secara
sengaja menyebarkannya kesemua kelompok.
Randomisasi
Cara lain untuk mengontrol variabel pecemar adalah
menempatkan 60 anggota secara acak (yaitu, tanpa penentua sebelumnya) kedalam 4
kelompok. Yaitu setiap anggota akan memepunyai peluang yang diketahui dan sama
untuk ditempatkan pada salah satu dari keempat kelompok tadi.
Manfaat Randomitasi
Singkatnya, dibandingkan randomisasi, pemandanan mungkin
kurang efektif, sebab kita mungkin tidak mengetauhui semua faktor yang mungkin
dapat mencemari hubungan sebab-akibat dalam situasi yang dihadapai, dan karena
itu gagal eksperimen. Tetapi, rondomisasi akan memecahkan masalah tersebut,
karena semua faktor pencemar akan
disebarkan seluruh kelompok. Selain itu, bahkan menemukan suatu kecaocokan
untuk semua variabel tersebut.
VALIDITASI INTERNAL
Validitasi internal mengacu pada keyakinan kita terhadap hubungan
sebab dan akibat.
·
Validitas
Eksternal atau Eksperimen lab yang dapat digenerasi, penemuan dapat ditranfer atau
digenerasi pada situasi aktual organisasi atau lapangan.
·
Eksperimen
lapangan, eksperimen yang dilakukan di lingkungan alami.
VALIDITAS EKSTERNAL
Validitas ekternal mengacu pada tingkat generalisasi
dari hasil sebuah studi kausal pada situasi, orang, atau peristiwa lain.
TRADE-0FF ANTARA VALIDATAS INTERNAL DAN EKSTERNAL
Bila menginginkan validitas internal yang tinggi, kita
sebaiknya bersedia menentukan validitas eksternal yang lebih rendah, dan
sebaliknya.
FAKTOR-FOKTOR YANG MEMEPENGARUHI VALIDITAS INTENAL
ü Pengaruh sejarah
ü Maturasi
ü Pengujian
ü Instrumentasi
ü Seleksi
ü Stastitik regresi
ü Moralitas
VALIDASI INTERNAL DALAM
STUDI KASUS
Bila ada beberapa ancaman terhadap validitas internal, bahkan
dalam eksperimen lab yang dikontrol dengan ketat, maka menjadi sangat jalas
mengapa kita tidak dapat menarik kesimpulan mengenai hubungan kausal dengan studi kasus yang menguraikan peristiwa
yang terjadi selama rentang waktu tertentu. Kecuali studi eksperimen yang
didesan dengan baik, yang secara acak menenpatkan anggota pada kelompok
eksperimen dan kontrol dan berasi manipulasi perlakua, menunjukan kemunngkinan
hubungan kausal, adalah tidak mungkin untuk mengatakan faktor mana yang
menyebabkan faktor lain.
Tinjauan faktor-faktor
yang mempengaruhi validitas internal dan eksternal.
Ø Ringkasnya, faktor tersebut adalah
pengaruh sejarah, maturasi, pengujian, instrumentasi, seleksi, regresi
stastitik, dan moralitas. Tetapi, adalah mungkin untuk mengurangi bias tersebut
dengan meningkatkan kecanggihan desain eksperimen.
Ø Ancaman terhadap validitas ekternal
bisa diatasi dengan menciptakan kondisi eksperimen sedekat mungkin dengan
situasi dimana hasi eksperimen akan digeneralisasikan.
JENIS DESAIN EKSPERIMEN
DAN VALIDITAS INTERNAL
ü Desain Eksperimen Semu
ü Prates dan Pascetes Desain Kelompok
Eksperimen
ü Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hanya
Dengan Pascates
ü Desain Eksperimen Murni
ü Pra dan Pascates Desain Kelompok
Eksperimen dan Kontrol
ü Desain Empat Kelompok Solomon
ü Desain Empat Kelompok Solomon dan
Acaman terhadap Validitas Internal
ü Studi Buta Berganda
ü Desain Ex Post Facto
SIMULASI
Simulasi yang menggunakan teknik memebangun model untuk
menentukan pengaruh perubahan, dan simulasi berbasis kompoter menjadi populer
dalam penelitian bisnis.simulasi dapat dianggap sebagai eksperimen yang
dilakukan dalam situasi yang diciptakan secara khusus yang sangat dekat
mewakili lingkungan alami di mana kegiatan biasanya berlangsung.
ISU ETIS DALAM
PENELITIAN DESAIN BISNIS
Pretek berikut ini dianggap tidak etis:
§ Mendesak orang untuk berpastisipasi
dalam eksperimen dalam paksaan atau menggunakan tekanan sosial.
§ Memeberikan tugas kasar dan
mengajuaka pertanyaan yang merendahkan dan mengurangi harga diri mereka.
§ Menipu subjek dengan secara sengaja
menyesatkan mereka terkait tujuan penelitian yang sebenarnya.
§ Menimbulka stres fisik atau mental
bagi perseta.
§ Tidak memebolehkan subjek
mengundurkan diri dari penelitian meskipun mereka ingin.
§ Menggunakan hasil penerlitian untuk
merugikan perseta, atau untuk tujuan yang tidak mereka inginkan.
§ Tidak menjeskan prosedur yang berlaku
dalam ekperimen.
§ Menenpatkan perserta dalam situasi
yang berbahaya dan tidak aman seperti kita lihat sebelumnya dalam kasus
universitas Jonhns Hopkins.
§ Tidak mengadakan tanya-jawab dengan
perserta secara penuh dan akurat setelah eksperimen berakhir.
§ Tidak manjaga pravasi dan rahasia
informasi yang diberikan oleh peserta.
§ Tidak memberi insentif untuk kelompok
kontrol.
IMPLIKASI MENEJERIAL
Meskipun menejer mungkin sering tidak tertarik dalam hubungan
sebab-akibat, pengetahuan yang baik mengenai desain eksperimen bisa membantu
perkembangan sejumlah studi awal yang dilakuakn untuk menguji apakah faktor
seperti sistem bonus, tarif per satuan, waktu istirahat, dan seharusnya
memebawa pada hasil positif seper ti motivasi yang lebil baik, peningkatan
kinerja, dan kondisi kerja lainnya yang diinginkan di tempat kerja. Manajer
pemasaran dapat menggunakan desain eksperimen untuk memepelajari pengaruh pada
iklan penjualan, promosi penjualan, harga, dan sebagainya. Kesadaran akan
manfaat simulasi sebagai alat penelitian juga bisa menghasilkan ikhtiar
penelitian yang kreatif dalam bidang manajemen, sebagaimana hal tersebut
terjadi dalam sisi manufaktur bisnis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar